Minggu, 31 Mei 2015

Halo guys...lagi pada sibuk ngapain??? salam persahabatan saya haturkan pada kalian semua yang masih hidup di bumi. moga ja info ini memberikan manfaat bagi anda semua. terima kasih!!!



Kiat dan Tip Mahasiswa Miskiner Bertahan Kuliah



Menjadi mahasiswa berlatar belakang keluarga miskin bukanlah sesutu yang mudah. Bayangan akan putus kuliah selalu melintasi di pikiran.Minimnya fasilitas belajar sering membuat prestasi IPK pas-pasan. Belum lagi komentar miring dari tetangga kanan kiri yang sirik ada anak orang miskin kuliah. Anak orang miskin kok mau kuliah, apa kuat membiayai sampai tamat. Untuk itu mahasiswa berlatar belakang ekonomi kurang haruslah orang yang benar-benar kuat. Kuat mental, pikiran dan juga tenaga.
Nah, melalui tulisan ini saya ingin berbagi kiat dan tip dengan para kompasianer yang juga mahasiswa miskiner yang sekarang telah berhasil keluar dari jerat kemiskinan. Kiat yang saya paparkan adalah pengalaman pribadi penulis yang mantan mahasiswa miskiner. Kiat-kiat ini saya berikan untuk menginspirasi para mahasiswa miskiner agar tetap semangat dan tidak mudah putus asa dalam menjalani kuliah meski dengan latar belakang ekonomi yang tidak menguntungkan. Sedang bagi mahasiswa non miskiner, tulisan ini dapat menjadi refleksi agar lebih bersyukur dengan memanfaatkan beasiswa cap orang tua dan serius kuliah sehingga berprestasi lebih baik dibanding mahasiswa miskiner.
1. Kerja Paruh waktu
Biaya, itu masalah utama mahasiswa miskiner. Untuk itu cari kerja paruh waktu yang tidak mengganggu jadwal kuliah. Banyak pekerjaan paruh waktu yang bisa dilakukan. Saya sendiri sambil kuliah sorenya jadi guru les privat. Bahkan kalau libur kuliah saya ikut membantu kerja di bengkel mobil kakak saya. Saya punya teman yang kuliah nyambi jadi kernet angkot. Pokoknya jangan malu dan tidak takut capek.
Uang hasil kerja dapat digunakan untuk nambah biaya kuliah, foto copy,beli diktat.Kalau lebih bisa bantu orang tua dan traktir sahabat sesama mahasiswa miskiner.Hitung-hitung bagi rejeki.
2. Gunakan sepeda sebagai alat transportasi
Gengsi, itu saat pertama kali terlintas di benak jika ada mahasiswa berniat naik sepeda ke kampus.Hilangkan gengsi, karena gengsi itu mahal.Jangan malu-malu bersepeda sebagai alat transoportasi kuliah. Bahkan jika dihitung-hitung naik sepeda ke kampus di samping lebih hemat juga lebih sehat, antipolusi lagi. Buat mahasiswa miskiner jangan berpikir untuk bersepeda dengan harga yang mahal, yang penting bisa digowes sampai tujuan.
Saya ke kampus naik sepeda menempuh jarak lebih dari 25 km. Memang akibatnya saat kuliah badan berkeringat dan bau.Untuk itu biasakan membawa baju cadangan. Kalau pas kuliah dengan jadwal padat sorenya sering kecapaian dan kantukpun datang menyerang. Saya pernah pulang bersepeda dengan menggenjot satu pedal karena pedal sebelah kanan patah. Oh ya jangan lupa sedia tas kresek, karena siapa tahu kehujanan di tengah jalan. Sayang kalau buku catatan kuliah kita luntur kena hujan.
Terakhir saya bertemu dengan teman yang waktu kuliah menempuh jara 50 km lebih dengan bersepeda. Sayapun bersyukur karena saya hanya menempuh jarak separuh lebih dari jarak yang ditempuh teman saya.
Yang jelas dengan bersepeda saya dapat memanfaatkan uang tarnsport untuk kebutuhan lainnya. Dengan bersepeda kita juga tidak terlalu risau dengan kenaikan harga BBM. Seandainya mayoritas mahasiswa bersepeda tentu saya demo kenaikan harga BBM tidak terlalu galak.
3. Makan sedikit minum yang banyak
Masalah makan juga menjadi hal yang penting bagi mahasiswa miskiner. Bagaimana mau tenang kuliah kalau perut kosong. Untuk itu perlu kiat khusus bagaimana dengan uang cekak tetapi perut tetapi berisi seharian. Untuk itu garus cermat memilih warung makan yang paling murah di sekitar kampus.
Pilih menu makan yang murah tetapi mengenyangkan dan perhatikan juga gizi. Murah, mengenyangkan, bergizi, Mana Ada ?. Eit tunggu dulu, makanan yang bergizi tidak harus mahal. Menu tempe dan sayur bayam adalah favorit saya. Tempe dan bayam cukup memenuhi asupan gizi tubuh kita. Oh ya, jangan lupa minum air putihnya yang banyak. Biasanya warung makan menyediakan air putih dan itu gratis. Dengan minum banyak air putih cukup membuat perut kenyang lebih lama. Di samping itu minum air putih juga menyehatkan. Yang jelas irit.
Mahasiswa miskiner juga bisa membawa bekal dari rumah. Ini sering dilakukan seorang sahabat sesama mahasiswa miskiner. Sahabat saya sering membawa bekal. Biasanya yang dibawa buah pisang.Ternyata buah pisang cukup memberi cadangan energi selama kuliah.
4. Mau hemat uang kos jadilah pengurus masjid
Kiat ini dilakukan oleh teman-teman saya yang dari luar kota. Rela menjadi pengurus masjid dengan imbalan kos gratis di kamar khusus pengurus masjid. Di samping menghemat uang kos, juga dapat mengabdikan diri sebagai guru ngaji di samping merawat masjid dan menjadi muadzin tentunya.
Dengan menjadi pengurus masjid alias marbot juga menambah wawasan ilmu kegamaan. Bahkan beberapa masjid yang memiliki dana kuat mampu meberikan beasiswa pendidikan untuk para mahasiswa yang bersedia menjadi pengurus masjid.
5. Gunakan perpustakaan kampus layaknya perpustakaan pribadi
Minimnya referensi adalah salah masalah yang dialami mahasiswa miskiner.Dana untuk membeli buku referensi penunjang selain diktat pokok kuliah jelas tidak ada dalam daftar anggaran kuliah. Mahalnya harga buku referensi penunjang semakin jauh dari jangkauan kantong mahasiswa miskiner . Dan salah satu tempat yang cocok untuk mendapatkan buku referensi penunjang adalah perpsutakaan.
Jadikan perpustakaan kampus layaknya perpustakaan pribadi. Pastikan setiap ke kampus selalu berkunjung perpustakaan. Pinjam buku maksimal yang diperbolehkan. Targetkan dalam satu minggu minimal dua buku yang kita pinjam.
Kebiasaan saya yang suka berlama-lama di perpustakaan sempat mendapat ejekan dari seorang teman. Saya dianggap sok kutu buku. Ya nggak papa, yang penting jangan jadi kutu kupret.
6. Jadikan toko buku sebagai tempat hang out
Sebenarnya saya sendiri tidak tahu persis arti hang out.Kalau tidak salah hang out sejenis kegeiatan refreshing setelah melakukan aktifitas rutin. Biasanya mahasiswa sekarang banyak yang hang out di kafe-kafe, tempat karaoke , pacaran atau nongkrong bareng di rumah teman. Bagi mahasiswa miskiner tentu kegiatan semacam itu bukan pada tempatnya.
Tempat hang out paling murah tapi mewah bagai mahasiswa miskiner adalah toko buku.Di toko buku kita bisa mencicipi buku-buku baru yang berkualitas. Jangan lupa bawa secarik kertas dan pulpen, siapa tahu ada yang bisa kita tulis dari buku yang kita cicipi.
Tidak semua toko buku membolehkan pengunjung mencicipi buku yang dipajang.Banyak toko buku yang mebungkus rapat buku yang dipajang dengan plastik.Pilih toko buku yang terbuka bagi pengunjungnya.Salah satu toko buku yang paling baik hati kepada pengunjung untuk dapat mencicipi buku yang dipajang adalah toko buku Gramedia. Bahkan di kota saya ,toko buku ini menyediakan tempat duduk untuk pengunjung yang mau baca-baca. Toko buku ini langganan kunjungan saya baik semasa sekolah SD hingga sekarang. Terima kasih buat toko buku Gramedia.
7. Jangan pacaran dulu semasa kuliah
Pacaran pada saat kuliah adalah hal yang lumrah. Tetapi bagi mahasiswa miskiner lebih baik jangan pacarn dulu. Ada banyak pertimbangan mengapa lebih baik tidak pacaran. Pacaran sering berakibat kita kurang fokus dengan kuliah, akibatnya masa kuliah terancam molor. Molornya masa kuliah berarti membengkaknya dana kuliah. Berpacaran tentu saja kita harus memberi waktu khusus kepada sang pacar, padahal kita juga harus berpikir untuk mencari uang tambahan di saat waktu luang. Artinya waktu kita mencari tambahan uang kuliah semakin berkurang karena harus dikurangi untuk sang pacar.
Ada seorang teman tidak memilih pacaran tetapi langsung nikah pada saat masih kuliah. Alasannya takut terjerumus dengan dosa. Di samping itu dengan langsung menikah malah menjadi pemicu untuk cepat-cepat lulus kuliah. Memang resikonya mereka harus siap berdarah-darah lebih dini. Tentu saja ini sebuah pilihan setiap pilihan selalu disertai resiko yang siap menghadang.
Tentu diantara pembaca mempunyai kiat atau cerita menarik terkait perjuangan sewaktu kuliah dulu. Silakan menambahkan kiat-kiat lain yang tentu sangat bermanfaat bagi para mahasiswa miskiner.
Hampir semua tokoh yang sukses mempunyai catatan getir saat berjuang menggapai cita-cita. Jejak-jejak getir itulah yang membuat setiap kenikmatan yang diberiakn tuhan terasa sangat manis. Dengan menengok jejak-jejak yang pernah kita tempuh akan membuat kita menjadi manusia yang selalu bersyukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar